Reiko Kashima adalah hantu tak berkaki, dan seperti hantu-hantu lainnya, yang bertemu dengan hantu ini akan diberikan pertanyaan-pertanyaan.Jika anda menjawab dengan salah, maka kaki anda akan dipatahkan oleh si Reiko. Dikatakan Reiko dulunya adalah wanita normal, lalu dia di perkosa dan dia berusaha menyelamatkan diri dengan carangesot (mirip suster ngesot kali ya ), namun dia hanya sampai di perlintasan kereta, dan ketika kereta lewat... putuslah kedua kakinya. Sekarang, dia berkelana di Toilet seluruh dunia mencari kakinya.Seperti karakter hantu Sadako dalam film The Ring, hantu ini dikatakan akan mengejar siapapun yang telah mengetahuitentang dirinya.
Senin, 23 Maret 2015
KNOCK AT THE WINDOW // [[Creepypasta]]
Aku terbaring di atas ranjang, sendiri, di suatu malam yang gelap dan sunyi. Aku hanya membolak-balikkan badanku di atas kasur, mencoba mencari posisi yang nyaman bagiku untuk tidur. Tubuhku sudah sangat lelah, namun entah mengapa, aku tetap tak bisa tidur. Ada sesuatu tentang malam ini yang membuatku merasa sama sekali tidak nyaman. Aku terus berguling di atas tempat tidur hingga akhirnya menemukan posisi yang cukup enak buatku untuk terlelap.
Aku menutup mataku, namun tak ada perbedaan. Terlalu gelap di dalam kamarku untuk bisa melihat sesuatu. Jadi kupikir butuh waktu bagi mataku untuk terbiasa dengan kegelapan. Aku terbaring di sana, tak bergerak, di tengah malam yang hitam pekat. Tubuhku mulai rileks dan pikiranku kosong, dan aku benar-benar siap untuk istirahat. Namun kesunyian itu seketika musnah dan benakku langsung dibanjiri dengan bayangan menakutkan ketika suara itu terdengar.
Tok ... tok ...
Tak diragukan lagi itu adalah suara sesuatu mengetuk jendela kaca. Tapi tidak, tidak mungkin ada orang yang mengetuk jendela kamarku dari luar! Siapa orang yang hendak membangunkanku malam-malam begini? Berpikirlah dengan logis. Jika seseorang ingin mencuri di rumahku, mengapa ia terlebih dahulu mengetuk jendela? Mereka cukup menyelinap masuk ke dalam rumah dengan sehening mungkin. Mustahil mereka mengetuk!
Tak ada monster di dunia ini. Aku bisa saja menengok ke arah jendela agar membuat hatiku sedikit tenang, namun aku menghadap ke arah yang berlawanan dari jendela Dan jujur, aku takut akan melihat hal yang paling aku takutkan berdiri di luar jendela, memandangiku. Namun, apa itu? Apa mungkin itu hanya burung yang terbang menabrak jendela? Tidak, itu sama sekali tidak realistis. Apakah mungkin ada sekelompok anak yang mengerjaiku malam-malam begini, mengetuk jendela dari luar sambil tertawa terpingkal-pingkal? Mungkin saja. Atau bahkan mungkin ini semua hanya imajinasiku? Mungkin aku mendengar suara angin di luar dan mengasumsikannya sebagai suara ketukan di jendela?
Tok ... tok ....
Tidak, itu jelas bukan imajinasiku! Anak-anak sial itu benar-benar keras kepala. Mereka tidak mau berhenti hingga melihatku bangun karena gusar. Mungkin anak-anak dengan selera humor yang sedikit sakit itu sedang menungguku di luar. Mungkin mereka akan memecahkan kaca jendela dan menyerangku. Tidak! Jangan menjadi paranoid seperti ini! Lagipula, mereka di luar, dan aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku aman. Monster itu tidak ada. Lagipula, aku belum bergerak sama sekali. Mungkin saja anak-anak itu menganggap aku sudah tertidur lelap dan akan meninggalkanku sendiri.
Tok ... tok ....
Tidak! Itu bukan anak-anak! Tidak ada seorang anakpun yang akan menunggu selama ini untuk mendapatkan reaksi dari seorang pria yang tinggal sendirian seperti aku. Mereka pasti akan bosan dan berpindah ke rumah lain untuk diusili. Namun jika bukan mereka, lalu siapa? Mengapa ada seorang pembunuh yang mau mengincarku? Berpikir logislah! Monster itu tidak ada. Jangan menjadi paranoid. Mereka ada di luar, aku di dalam. Hingga aku mendengar suara jendela yang pecah, aku aman. Namun jika itu bukan sesosok monster atau pembunuh berantai, apa yang menyebabkan suara itu? Mungkin sebaiknya aku berpura-pura tidur dan suara itu akan berhenti dengan sendirinya.
Tok ... tok ....
Oh Tuhan! Aku tak bisa memikirkan suara lain yang lebih kubenci di dunia ini selain suara ketukan di kaca jendela itu! Kumohon pergilah! Biarkan aku sendiri! Sekarang tidak ada harapan. Ia akan masuk ke sini cepat atau lambat dan melakukan hal mengerikan terhadapku. Ambil napas dalam-dalam. Lalu hembuskan pelan-pelan. Aku merasakan detak jantung di dalam dadaku mulai bersantai. Monster itu tidak ada. Ingat, mereka ada di luar. Aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku aman. Ulangi itu! Jangan biarkan ketakutan menguasaimu! Berpura-puralah tidur dan jangan bergerak sedikitpun.
Tok ... tok ....
Mereka di luar, aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman. Monster itu tidak ada. Berpura-puralah tidur dan berdoalah agar ia segera pergi.
Tok ... tok ....
Mereka di luar, aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman. Monster itu tidak ada. Monster itu tidak ada! Aku mulai berbisik pada diriku sendiri, “Mereka di luar, aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman. Mereka di luar, aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman.”
Tok ... tok ....
AKU TAK SANGGUP LAGI! Aku bisa menjadi gila apabila aku terus mendengar suara ketukan ini. Paling tidak jika aku melihat apa yang menyebabkan suara itu, aku akan menjadi sedikit tenang. Ambil napas dalam-dalam, aku mengulanginya untuk sekali lagi, “Mereka di luar, aku di dalam. Hingga aku mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman.” Aku mengambil beberapa napas dalam lagi, jantungku berdetak amat kencang hingga aku serasa bisa mendengarnya.
Aku perlahan menoleh ke arah jendela.
Jantungku terasa berhenti berdetak dan aku terlalu takut untuk mengeluarkan suara jeritan. Aku menoleh hanya untuk menemukan sesoeok wajah pucat dengan mata hitam kelam menatapku tajam, seakan menelanjangi jiwaku, sambil tersenyum bengis.
Selama ini makhluk itu sudah berada di ruangan ini, sambil mengetuk-ngetuk kaca jendelaku dari dalam.
Minggu, 22 Maret 2015
HIMURO MANSION // [[Urban Legend]]
Bagi penggemar video game Fatal Frame pasti tidak asing lagi dengan kisah Himuro Mansion. Dalam permainan tersebut diceritakan bahwa kisah tentang Himuro Mansion diangkat berdasarkan kisah nyata..
Menurut legenda perkotaan, terletak tepat di luar kota Tokyo terdapat lokasi ... paling angker di seluruh Jepang. Lokasi itu bernama Mansion Himuro (Himikyru Mansion) secara luas diketahui.
Legenda tentang rumah besar di daerah berbatu di luar batas kota Tokyo.
Himuro Mansion dikatakan menjadi rumah bagi salah satu pembunuhan paling mengerikan dalam sejarah Jepang modern. Pengetahuan lokal mengatakan bahwa selama beberapa generasi,
keluarga Himuro telah berpartisipasi dalam ritual aneh, yang dikenal sebagai "Shinto pair" atau "Ritual mencekik". Yang digunakan untuk menghapus karma buruk dari keluarga tersebut, yang terjadi setengah abad atau lebih.
Versi yang paling populer dari kisah tersebut mengatakan kahwa karma buruk akan muncul setiap Desember (versi lain hanya mengatakan "menjelang akhir tahun") dari sebuah portal yang muncul dibawah alas rumah . Untuk mencegah hal itu, seorang gadis akan dipilih pada saat lahir oleh tuan rumah. Dan mengisolasinya dari dunia luar untuk mencegah dia berkembang dari setiap hubungan dengan dunia luar, hingga tidak membahayakan efek ritual.
Pada hari Ritual mencekik tiba, gadis itu diikat dengan tali di pergelangan kakinya, pergelangan tangan, dan leher.
Lalu Tali itu masing2 diikatan ke tubuh kuda. Ketika masing2 kuda lari di segala arah berbeda, sehingga tubuhnya akan robek dan hancur dengan isi perut ditubuhnya berantakan. Tali yang digunakan untuk mengikat korban kemudian akan direndam dalam
darahnya dan diletakkan di atas pintu gerbang portal. Mereka percaya bahwa ini akan menutup portal selama setengah abad sampai ritual itu harus diulang kembali.
Selama Ritual mencekik terakhir tercatat dikatakan bahwa gadis yang akan dikorbankan telah jatuh cinta dengan seorang pria yang mencoba menyelamatkannya dari ritual. Rasa cinta akan merusak ritual dan darahnya dianggap telah tercemar. Setelah mengetahui hal itu, master mengambil pedangnya dan dengan brutal membantai semua anggota keluarganya. Sebelum akhirnya dalam ketakutan tentang apa yang akan terjadi segera, dia menusukan pedang sendiri ketubuhnya.
Inilah awal mengapa Mansion Himuro begitu menghantui. Legenda setempat mengatakan bahwa jiwa-jiwa dari keluarga dibunuh berkeliaran di Himuro mansion mencoba untuk mengulangi ritual yang gagal menggunakan siapa saja yang
memasuki rumah yang tak berhuni itu. Cipratan darah di dinding pun masih terlihat. Banyak yang telah melaporkan melihat penampakan roh dan
berpakaian serba putih, mencuci kain dan menyiapkan dasar dasar untuk ritual.
Mansion Himuro telah menarik minat banyak orang dan membuat banyak orang penasaran. Oleh karena itu, hingga akhirnya memasukan legenda ini kedalam game populer, Fatal Frame. Berikut adalah kutipan
dari Makoto Shibata, Produser Kepala Fatal Frame, tentang legenda ini:
"Di daerah di luar Tokyo, ada sebuah rumah di mana itu mengatakan tujuh orang dibunuh secara mengerikan.
Pada properti yang sama, tersedia tiga tempat tinggal terpisah yang mengelilingi rumah, yang semuanya dikabarkan memiliki hubungan dengan masa lalu kelam di mansion itu.
Dikatakan ada jaringan bawah tanah terowongan yang terletak di bawah tempat itu, tapi tidak ada yang tahu siapa yang membuat terowongan
ini dan tujuannya untuk apa. Fenomena bisa dijelaskan dari Banyak yang telah dilaporkan. Bekas
darah telah ditemukan berceceran di seluruh dinding. Roh telah terlihat di tempat itu... bahkan di siang bolong. Sebuah tangga yang sempit
mengarah ke loteng di mana jimat-roh disegel dikabarkan telah terkunci.
Seseorang yang berusaha mengambil jimat ini, hanya ditemukan dengan tubuh mereka rusak dan
tanda tali di pergelangan tangan mereka. Ada patung
lama runtuh, seorang perempuan dalam kimono, tapi kepalanya hilang. Jika Anda mengambil foto dari
jendela tertentu, seorang gadis muda dapat dilihat pada gambar itu.
Insiden ini telah memicu ketakutan di masyarakat
Tokyo, dan banyak yang percaya bahwa mereka yang
tinggal di dekat daerah ini akan menjadi terkutuk.
Kematian tujuh orang yang tidak dapat dijelaskan sampai hari ini. "
Well, Ada yang minat datang ke Himuro Mansion??.. Siapa tau pengen jadi korban gitu?? Haha just kidding. Kalo yang benar benar penasaran, minimal main aja Fatal Frame. Dijamin merinding disco..
Sabtu, 21 Maret 2015
THE NAIL // [[Creepypasta]]
Creepypasta ini bercerita tentang sebuah lagu nina bobo dengan lirik menakutkan yang akan membawa pengalaman mengerikan pada seorang anak. Creepypasta ini mengalami sedikit perubahan pada endingnya bila dibandingkan dengan versi aslinya.
“Waktunya untuk tidur, The Nail sudah dekat.”
“Tapi anak penurut tak perlu takut”
“Tutup mata kirimu, lalu yang kanan.”
“Saatnya ucapkan selamat malam.”
Hingga aku berumur 9 tahun, aku tak banyak memikirkan tentang arti lagu itu. Kupikir itu hanya lagu pengantar tidur biasa yang dinyanyikan oleh seluruh ibu yang ada di negeri kepada anak mereka. Baru setelah aku cukup besar dan bertanya pada teman-temanku.
Namun tak ada yang pernah mendengar lagu itu.
Setiap malam, ketika aku hendak tidur, ibuku akan menyanyikan lagu pengantar tidur yang sama. Dan setiap malam, aku akan mengikuti sesuai liriknya. Aku akan menutup mata kiriku ketika lagunya mengatakan begitu, dan kemudian aku akan menutup mata kananku. Dan setelah kedua mataku terpejam, aku akan mencoba untuk tertidur.
Namun saat aku berumur 9 tahun, aku memutuskan untuk membaliknya.
Aku tak mengharapkan apapun untuk terjadi, sumpah. Itu hanya sebuah bentuk pemberontakan seorang anak yang duduk di kelas 3 SD. Aku tak melakukannya saat ibu menyanyikan lagu nina bobo itu. Aku tak mau dimarahi. Namun setelah ibuku meninggalkan kamarku, aku membuka mataku lagi. Dan kali ini aku menutup mata kananku dulu ....
Aku segera membuka mataku lagi. Aku telah melihat sesuatu. Seseorang. Di tengah cahaya remang-remang yang masuk melewati jendela kamarku, aku melihat sekilas sesosok lelaki, berdiri di pojok ruanganku. Ia berdiri di sana, menghadap ke dinding. Dan kupikir, ketika aku membuka mata kananku lagi, orang itu membalikkan badannya ke arahku.
Namun ia menghilang.
Aku masih ingat, pikiranku seperti melaju kencang dalam kepalaku. Aku tak yakin aku telah melihat sesuatu tadi. mungkin itu hanya imajinasiku. Namun bagaimana jika bukan? Bagaimana jika sesuatu memang ada di sana, sesuatu yang hanya bisa kulihat dengan mata kananku tertutup? Aku tak pernah melihatnya sebelumnya di kamarku sebelum ini. Ia tak pernah mengangguku. Jika ia benar-benar ada, mungkin saja ia tidak berbahaya? Namun bagaimana jika ia ingin menyakitiku?
Aku takut jika aku melihatnya lagi. Namun aku juga penasaran. Makanya aku menutup mata kananku kembali.
Ia tak lagi ada di pojok ruangan. Ia kini berdiri tepat di samping ranjangku. Dan dari sedikit cahaya yang menyinari kamarku, aku bisa meihat bahwa ia sedang memegang pisau yang diarahkan tepat di atas dadaku.
Saat ia menurunkan pisau itu, aku segera melompat dari atas ranjang ke lantai. Aku mendengar bunyi selimut sobek ketika pisau itu menembus dan mencabiknya. Aku membuka kedua mataku kali ini, namun aku tetap bisa melihatnya. Ia menoleh ke arahku dan aku memutuskan berlari untuk mencari ibuku.
Ia kemudian berjalan ke arahku ketika aku mulai mencari jalan ke pintu di tengah gelapnya kamarku. Aku menoleh dan melihatnya dengan lebih baik.
Pertama kupikir ia adalah seorang laki-laki, namun sekarang aku tak yakin. Bukannya aku mengatakan ia perempuan, namun wajahnya tampak tak bisa dibedakan apakah ia laki-laki atau perempuan. Mungkin ia keduanya, atau bahkan mungkin bukan kedua-duanya.
Aku tak memperhatikannya dengan saksama, karena saat itu yang kupikirkan hanya bagaimana menyelamatkan nyawaku darinya. Namun ada 3 hal yang kuingat darinya.
Ia hanya memiliki satu mata yang menyala dan terbuka lebar. Tidak, matanya tidak terpusat di tengah seperti cyclops, namun matanya ada di sebelah kiri seperti mata manusia normal. Namun di tempat dimana seharusnya terdapat mata kanan, tak ada apapun di sana. Tak ada lubang atau apapun. Hanya kulit yang halus, seolah tak pernah ada apapun di sana.
Namun itu bukan hal yang paling aneh darinya. Hal lainnya adalah mulutnya. Ia tersenyum, mulutnya membuka lebar. Namun di antara kedua bibirnya, seperti tak ada bukaan atau rongga mulut. Bahkan tak ada gigi. Yang kulihat seperti lempengan keramik yang rata dengan garis-garis yang menyerupai gigi dilukis di atasnya.
Dan hal yang paling aneh dan menyeramkan adalah kukunya. Hanya ada satu. Apa yang aku kira sebagai sebuah pisau ternyata bukanlah pisau sama sekali. Aku baru menyadari bahwa itu adalah kuku jari tengahnya. Jari-jari lain di tangannya nampak normal. Namun jari tengahnya membesar dengan ukuran yang menjijikkan dan kuku yang tajam dan melengkung seperti pisau mencuat di ujung jari tersebut.
Aku berusaha keras membuka pintu, namun pintu itu sepertinya macet. Makhluk itu terus mendekatiku sambil meringis bengis. Pisau, ah bukan, kukunya terarah kepadaku.
Akhirnya di detik-detik terakhir sebelum ia berhasil menghujamkan benda tajam itu ke dadaku lagi, aku berhasil membuka pintu dan berlari sambil menangis menjerit-jerit menuju kamar ibuku.
Aku tak menoleh. Aku hanya terus berlari. Dan ketika aku sampai di depan kamar ibuku, aku langsung membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu dan melompat ke atas tempat tidur.
“Ada apa sayang?” ibuku sepertinya telah tertidur dan kurasa aku telah membangunkannya. Dengan mata yang masih mengantuk, ia bangun dan menoleh ke arahku.
“Aku melihatnya,” aku terisak, “Aku melihat The Nail!”
“The Nail?” tanya ibuku. Aku segera melingkarkan tanganku di pinggangnya untuk memeluknya.
“The Nail! Dari lagu itu! Aku menutup mata kananku dulu, lalu aku melihatnya!”
“Lagu apa Nak? Ibu tak mengerti maksudmu ...”
Aku menatap ibuku dengan mata berkaca-kaca, “Lagu nina bobo yang selalu ibu nyanyikan setiap malam di kamarku sebelum aku tidur.”
Wajah ibuku langsung tampak merasa bersalah.
“Nak, maafkan ibu. Aku tahu ibu salah, selalu pulang larut malam sehingga agak mengabaikanmu. Namun ibu tak pernah menyanyikan lagu nina bobo di kamarmu. Tiap kali ibu mau masuk ke kamarmu untuk mengucapkan selamat malam, kau selalu sudah tertidur. Ibu tak pernah masuk ke kamarmu.”
WHATSAPP // [[Creepypasta]]
Creepypasta ini menceritakan dua orang muda mudi yang bercakap-cakap dengan aplikasi chat “whatsapp” hingga salah satu dari mereka mengalami pengalaman menakutkan yang tak bisa dijelaskan dengan akal sehat.
annie96: kau sudah tidur?
mcdavey: belum. Kau juga?
annie96: tak bisa .... karena suara angin ... bunyinya seperti kucing berkelahi ... apa alasanmu?
mcdavey: belajar :(
annie96: wtf ... suara anginnya kencang sekali ... benar2 nggak normal
mcdavey: nggak ada angin di sini. Cuman hujan
annie96: Huh enaknya. Aku butuh tidur cantikku! :p
mcdavey: Yup aku rasa kau memerlukannya ;)
annie96: sial sepertinya ada suara langkah kaki di luar jendela kamarku
mcdavey: suruh ayahmu yang galak itu untuk memeriksanya :p
annie96: aku di rumah sendirian sekarang! Bukannya aku sudah memberitahumu kemarin?
mcdavey: benarkah? Sampai kapan. Tahu begitu aku ke rumahmu saja :D
annie96: jangan becanda! Serius aku mendengar suara langkah kaki di luar tapi aku terlalu takut untuk memeriksanya
mcdavey: jangan lihat ke luar jendela. Bagaimana jika kamu melihat seorang pria tua cabul sedang menatapmu :p
annie96: TIDAK LUCU DAVID!
mcdavey: tenanglah. Aku yakin itu bukan apa-apa
annie96: benatr kuperiksa dulu
mcdavey: jika ada sesuatu yang aneh sebaiknya kau menelepon orang tuamu
annie96: David ada seseorang di taman!!!
mcdavey: benarkah?
annie96: YA! Aku bisa melihat punggungnya…
mcdavey: apa yang ia lakukan?
annie96: mungkin ia sedang mencari sesuatu? Ia sedang berjongkok di semak-semak…
mcdavey: haha mungkin dia sedang mabuk atau apa ... mungkin mencari narkobanya :p
annie96: david ini serius! Aku harus bagaimana??
mcdavey: jangan lakukan apapun? Ia mungkin akan pergi sendiri :)
annie96: omg sekarang ia sedang menggali dengan tangannya ... ia merusak tamanku!
annie96: sial dia menoleh
mcdavey: bagaimana wajahnya?
annie96: DAVID WTF INI TIDAK LUCU
mcdavey: apa??
annie96: MENGAPA KAU MELAKUKAN INI?
mcdavey: apa yang kau katakan??
annie96: aku bisa melihatmu! Di taman rumahku! Bagaimana kau bisa menulis tanpa menyentuh handphonemu? Lihat ke atas! Apa kau melihatku? Aku sedang mengetuk-ngetuk kaca jendela
mcdavey: Fuck annie, kau menakutiku ... aku tidak berada di rumahmu sekarang. Itu bukan aku
annie96: BERHENTILAH MENGERJAIKU! Aku bisa melihat wajahmu dan kau sedang mengenakan jaket futbol bodohmu yang selalu kau banggakan itu!
mcdavey: itu pasti seseorang yang mirip denganku. Jujur annie, aku ada di rumah sekarang. aku takkan mengerjaimu seperti itu :)
annie96: pasti salah seorang temanmu david sedang memainkan lelucon sakit. Siapa saja orang lain yang bisa mengenakan jaket seperti itu
mcdavey: banyak yang memakai jaket seperti itu! Namun tak ada kok temanku yang mirip denganku. Ah akui saja itu pasti gara2 kau sedang memikirkanku ;)
annie96: omg dia menggali lagi
mcdavey: annie, bukannya kamu punya senjata di rumahmu?
annie96: jangan bodoh david. Aku tak bisa menembak siapapun.
mcdavey: kau tak harus menggunakannya. Tunjukkan saja bahwa kau memilikinya. Itu akan membuatnya takut
annie96: bukannya jaketmu ada namamu di belakangmu?
mcdavey: ya semua anggota tim punya satu dengan nama mereka di belakangnya
annie96: aku bisa melihat namamu!!!
mcdavey: apa
annie96: WHAT THE HELL DAVID
mcdavey: Annie jaketku ada di lemariku…
annie96: SIAL DIA MELIHATKU
annie96: MENGAPA DIA TERSENYUM SEPERTI ITU
annie96: DIA DATANG
mcdavey: PANGGIL POLISI!!!
mcdavey: ANNIE?!
mcdavey: ANNIE AYO JAWAB
mcdavey: aku sudah memanggil polisi. Aku mengatakan ada yang mendobrak masuk ke rumahmu. Mereka mengatakan akan segera datang, namun butuh waktu setengah jam
mcdavey: annie kau ada di situ?
annie96: ia ada di dalam rumah. Aku tak bisa bicara, harus diam. Lampu mati, aku ada di dalam lemari dengan pisau. Sulit untuk mengetuk. Aku gemetaran
mcdavey: bertahanlah annie polisi akan datang dalam 20 menit ... apa kau tahu dimana laki2 itu sekarang?
annie96: makhluk itu. Wajahnya saat ia melihatku ... tak ada manusia yang terlihat seperti itu ....
mcdavey: ya tuhan apa dia tahu dimana kau sekarang?
annie96: tidak aku mengambil pisau saat aku melihatna berlari ke arah rumah dan aku bersembunyi di dalam lemari ketika aku mendengar ia mendobrak masuk
mcdavey: ok kau baik2 saja. Mungkin saja dia mabuk dan ia pasti tak memiliki otak untuk mencarimu di dalam lemari ... polisi akan segera datang
annie96: ya tuhan ia memanggilku
annie96: suaranya tidak seperti suaramu david
annie96: suaranya sangat dalam
annie96: mengisi rumah
annie96: mengisi kepalaku
mcdavey: apa yang ia katakan?
annie96: “keluarlah annie.”
annie96: “aku hanya ingin melihatmu.”
annie96: ia mengulanginya terus-menerus
annie96: apa aku sudah gila david?
annie96: apa ini rasanya menjadi gila?
mcdavey: tinggal 10 menit lagi annie! Kau akan baik2 saja. Kau kuat ... kau pasti bisa melalui semua ini!
annie96: ia datang menaiki tangga ... sangat pelan ... langkahnya sangat tidak teratur
annie96: mengapa ia harus mirip sepertimu david? mengapa??
mcdavey: aku tak tahu annie!! Kumohon percayalah
annie96: bisakah kau membuatnya berhenti?
annie96: kumohon buatlah ia berhenti?
mcdavey: jika aku bisa aku akan melakukannya
annie96: ia ada di ujung lorong
annie96: david aku tak mengatakan apapun pada orang tuaku saat mereka pergi
annie96: aku sedang mendengarkan musik
annie96: apa itu saat terakhir aku bertemu mereka?
mcdavey: annie
annie96: ini pasti ada hubungannya denganmu david ... hanya kau yang bisa membuatnya berhenti ... berpikirlah..
mcdavey: AKU TAK TAHU ANNIE DEMI TUHAN
annie96: kumohon …
mcdavey: mungkin ini karena … karena aku terus memikirkanmu
mcdavey: aku memikirkanmu setiap saat
annie96: kalau begitu berhentilah.
mcdavey: aku tak tahu bagaimana caranya
annie96: ia menggaruk dinding dengan sesuatu ... ia mendekat ... kumohon lakukan sesuatu david..
mcdavey: aku mencobanya
annie96: ia semakin pelan. Cobalah lagi.
annie96: apapun yang kau lakukan sepertinya berhasil.
annie96: ia berhenti. Aku tak bisa mendengarnya lagi
mcdavey: benarkah? Jangan keluar tetap di sana sampai polisi datang!
annie96: apa yang harus kukatakan pada mereka jika mereka datang?
mcdavey: SEMUANYA annie SEMUANYA yang kau kau katakan kepadaku
annie96: aku tak tahu kau memiliki perasaan seperti itu terhadapku David :)
mcdavey: aku sangat lega semua telah berakhir
annie96: bisakah besok malam aku ke tempatmu David? Aku benar-benar ingin menemuimu :)
mcdavey: tentu saja annie
annie96: Hebat! Aku tak sabar lagi!
mcdavey: annie…
mcdavey: annie bagaimana aku tahu ini benar-benar kamu?
Annie96 went offline.
YOU ARE NOT ALONE // [[Creepypasta]]
Ini adalah pengalaman yang mungkin bukan hanya aku yang merasakanya.
Apakah kalian masih tinggal bersama kedua orang tua kalian, bila benar, maka aku yakin kalian tidak akan bersama dengan orang tua kalian selamanya kan?
maksudku, saat malam hari, tentu kalian tidur di dalam kamar kalian sendiri bukan? Kecuali kalian anak manja yang masih berharap dekapan dari ibu kalian saat ada suara yang menganggu kalian.
Aku menemukan fakta yang menarik tentang Kamar anak-anak.
Anak-anak di sini, di definisikan bukan seperti anak kecil, melainkan siapapun dan berapa usia kalian sekalipun yang terpenting. Kau tinggal dalam kamarmu sendirian.
Jum’at lalu, aku membaca sebuah Artikel di dunia maya yang sangat menarik, sampai aku tahu bila seharusnya aku tidak membacanya. Jadi, bila kalian tergolong anak pengecut, aku sarankan kalian tidak melanjutkan untuk membaca cerita ini, karena apa yang aku tulis sebagian besar adalah fakta nyata, dan aku yakin ada beberapa dari kalian yang pernah merasakanya, namun bila kalian anak yang pemberani, aku sarankan kalian tetap harus waspada, karena yang akan aku tulis mungkin saja tidak suka dengan keingintahuan kalian tentang dunia miliknya.
Artikel yang ku temukan berjudul “kau tidak sendirian”. Terdengar lucu, namun bila kalian lihat dari aspek terpisah kalimat itu, apa yang kalian dapat dari tulisan sederhana itu.
Yaps, itu adalah peringatan, bahwa kita tidak sendirian, dimanapun kita berada, selalu saja ada yang mengamati kita.
Sekarang kita kembali ke kamar kita yang nyaman, sendirian. Bermain laptop, menonton Tv, membaca buku atau sekedar menghubungi pacar atau sahabat-sahabat kita. Menyenangkan bukan?
Kau yakin kau sendirian disana?
aku tidak memaksamu untuk menjawabnya. Karena bila kalian benar-benar ingin tahu, aku sarankan kau matikan lampumu dan ucapkan “aku tahu kau ada disini…?”
Bila kau beruntung, alam bawah sadarmu akan segera bereaksi memberikan gambaran sosok menyeringai atau senyum tipis dingin dalam benakmu. Tidak usah kau bayangkan seperti apa dia, cukup beradaptasi saja dengan keadaan itu.
Apakah dia menganggu?
tidak! Dia tidak akan menganggumu, asal kau tahu bagaimana kau bersikap, pasalnya, dia adalah makhluk yang tidak suka menampakkan dirinya di depanmu, ada alasan kenapa dia tidak menampakkan wajahnya di depanmu, namun beberapa dari mereka akan menunjukkan sifat isengnya bila dia mulai terganggu denganmu.
Apa kau takut?
bila kau manusia normal. Kau tidak salah memiliki ketakutan dengan makhluk seperti itu, namun jangan pernah tunjukkan kau takut kepadanya. Karena bila kau takut, kau tidak mau, saat kau tertidur lelap tiba-tiba sesuatu menarik selimutmu. Atau, ada suara tawa kecil di belakangmu, ya. Dia selalu ada di belakangmu, karena di sana adalah tempat yang tepat agar kau tidak melihatnya secara langsung.
Siapa mereka?
aku tidak bisa memberi tahu kalian siapa mereka, namun, mereka seharusnya memiliki alasan kenapa mereka ada disana.
Apakah berbahaya?
beberapa orang mengatakan itu berbahaya, bila kau sudah merasakan aksi supranatural yang mulai mengarah pada fisik kalian, aku sarankan agar kau pergi atau pindah ke kamar yang lain, atau, aku tidak mau melanjutkan ini lebih jauh lagi.
Inti dari semua ini adalah, kalian tidak pernah sendirian di dalam kamar kalian.Karena kalian sebenarnya memiliki Teman.
AESEN CORNER // [[Creepypasta]]
Daratan tanah di daerah sekitar La Ville, New Orleans begitu rendah dan becek sehingga mayat orang mati harus dikubur di bawah tanah dengan dimasukan ke peti dari besi.
Jika tidak begitu, apabila sungai meluapkan bendungan, atau hujan badai membanjiri lahan, kerabat tercintamu yang sudah mati mungkin saja akan menyembul ke atas tanah dan petinya terseret arus mengunjungi rumahmu!
Dahulu kala di pinggir sebuah jalan kecil tepi sungai dari arah La Ville, hidup seorang duda tua dengan anak semata wayangnya yang ceria bernama Therese. Ibunya sudah meninggal sehingga Therese hanya di asuh oleh sang ayah yang bersifat tamak, kikir dan suka memperkerjakan putrinya seperti budak dengan baju kain perca.
Meskipun gadis ini sudah mencapai usia untuk berumah tangga, ayahnya tak pernah memperbolehkan siapapun meminangnya. Gadis ini sangat jarang bertemu orang lain kecuali si ayah tuanya yang jahat. Segala yang di perdulikan pria tua itu hanyalah koin-koin emas yang dia Simpan dalam regangan papan di bawah kasurnya.
Setiap malam dia mengunci pintu kamar, dan sibuk menghitung setiap keping koin emasnya dalam keremangan cahaya lilin. Ia senang akan bunyi gemerincing dan kilauan dan berat koin-koin itu di gengaman tangannya.
Namun Therese yang malang, begitu kesepian. Setiap malam gadis ini datang dan mengetuk pintu kamar sang ayah, tok, tok. Kemudian sang ayahnya akan berteriak,
"Siapa itu?!"
"Papa, buka pintunya," pinta gadis itu. "Ini saya, Therese. Papa, biarkan saya masuk, saya ingin ngobrol. Saya kesepian."
Tetapi ayahnya hanya akan berseru,
"Pergilah dan kembali bekerja sana. Kau hanya ingin menyentuh emasku kan, jangan berharap sebelum aku mati!"
Dan malam selanjutnya, tok, tok, "Siapa itu?!"
"Papa, ini saya, Therese. Saya sakit," rintihnya. "Papa, biarkan saya masuk..."
Lagi-lagi ayahnya hanya berseru,
"Dasar anak pemalas tak berguna! Pergilah. Kau tidak sakit. Jika kau cuma menginginkan uangku, langkahi dulu mayatku!"
Lagi dan lagi Therese mendatangi kamar sang ayah, tok, tok. "Siapa itu?!"
"Papa, tolong. Papa, biarkan saya masuk. Saya sakit parah. Saya butuh obat. Saya mohon, Papa, belikan obat untuk saya..."
Tok, tok. "Siapa itu?!"
"Papa, tolonglah saya. Sakitnya tambah buruk. Oh, papa, buka pintunya..."
Namun hati sang ayah sedingin koin2 emas di tangannya. Hingga akhirnya tangisan si gadis memudar dalam keheningan, dan ia... tak lagi mengetuk pintu. Si pria tua jadi penasaran, maka diapun membuka pintunya. Diatas lantai beranda, terbaring tubuh tak bernyawa Therese si gadis ceria.
Pria tua itu terlalu kikir untuk membelikan peti besi bagi jenazah putrinya. Dia malah menempatkan mayatnya di dalam sebuah peti kayu lapuk dan menguburnya di tanah becek dan dangkal di bawah pohon cemara. Para tetangga hanya bisa menggeleng prihatin. Mereka sudah memperingatkan bahwa hal ini dapat menimbulkan masalah. Bagaimana Therese yang malang bisa beristirahat dengan tenang di makam semacam itu?
Tiga minggu pun berlalu dan sebuah hujan badai datang menggulung daerah teluk itu. Angin menderu dahsyat dan tetesan hujan deras sebesar jarum berjatuhan sembari badai melanda daratan. Malam itu si pria tua sedang duduk di dalam kamarnya menghitungi koin emas dalam temaram cahaya lilin.
Di luar, angin mendesau dan menghunjami genteng rumahnya dengan deras air hujan. Pria tua itu tak tahu kalau sungai telah meluap sampai ke tepian dan menggenangi daratan dengan airnya yang kehitaman. Dia masih terduduk di kursi goyangnya, dengan segengam koin emas di telapak tangan, bergoyang dan menghitung,
"Ahh.. Satu, dua, tiga..."
Terdengar suara kayu lapuk membentur dan menggores beranda rumahnya.
Tok, tok, tok, pintunya berbunyi.
"Siapa itu?!" seru si pria tua.
Hanya suara hembusan angin yang menjawab. 'mungkin itu benturan dari daun pintu yang renggang.' pikirnya, lalu kembali menghitung koin.
"Satu, dua, tiga..."
Tok, tok, tok, ketukan terdengar lagi, dan lebih keras.
"Siapa itu?!"
Hanya suara deru angin yang menyahut. 'mungkin hanya anjing liar mencoba masuk,' pikirnya. Dan kembali menghitung,
"Satu, dua, tiga..."
Tok, tok, tok! Tiga kali gedoran keras menghantam daun pintu.
"Siapa itu!"
Sayup-sayup terdengar rintihan sedih dan pelan. Hawa dingin menjalari tulang punggung si pria tua.
"Badai memang menakutkan," katanya pada diri sendiri. "Itu hanyalah tiupan angin yang menerbangkan ranting dari pohon oak tua lalu membentur rumahku."
Namun rintihan itu semakin kencang dan kencang dalam deru angin hingga berubah menjadi jeritan yang memekakan.
"Papa, ini saya, Therese! Biarkan saya masuk! Saya Therese papa!"
Tok, tok, tok!
"Papa, biarkan saya masuk!"
Tok, tok, tok!
"Papa, biarkan saya masuuuk...!!"
Bersamaan dengan berlalunya mata badai, suara pekikan horor terdengar menyeruak dalam keheningan mematikan di malam itu.
Tiga hari kemudian banjir mulai surut. Para tetangga datang untuk memeriksa tempat kediaman si pria tua. Saat mereka berkendara ke sana, mereka melewati pohon cemara dan melihat bahwa banjir telah menghanyutkan segala hal di sana tak terkecuali peti Therese karena makamnya telah kosong.
Mereka mengetuk pintu belakang, namun tak ada jawaban. Cemas jika sesuatu yang buruk telah menimpa si pria tua, maka mereka mendobrak pintunya. Mereka mendapapati jasad si tua telah kaku di atas kursi goyangnya, tubuhnya sedingin batu kelereng, rambutnya berubah putih seperti salju.
Raut horor menghiasi wajah kakunya dengan mulut ternganga, dan matanya terbelalak menyiratkan gumpalan teror tak terperi. Di seberang ruangan, daun pintu menggantung timpang seolah olah di gedor oleh sesuatu dengan begitu kencangnya. Beberapa kaki dari pintu tergeletak peti kayu rusak yang tutupnya agak membuka dan didalamnya terbaring mayat kisut Therese. Di dalam genggaman tangannya yang hampir tak berdaging terdapat koin2 emas sang ayah, segurat senyum tipis tersungging di bibirnya yang membusuk.
Dengan emas itu, para tetangga membeli peti besi mengkilap untuk Therese, lalu memakamkannya di tanah yang lebih layak. Namun uangnya tidak tersisa cukup banyak guna membeli jatah peti untuk mayat si pria tua, jadi mereka memasukan jasadnya ke dalam peti dari kayu pinus dan menguburnya di bawah pohon cemara.
Sejak saat itu, setiap kali air sungai meluap ke daratan, arwah penasaran si pria tua akan bergentayangan dan memperingatkan orang-orang sekitar bahwa ketamakan itu amatlah sangat berbahaya. Para penduduk sudah tahu jika arwah si pria tua mengunjungi rumah mereka maka akan terdengar suara ketukan di pintu namun setelah dibuka, tak ada siapapun di sana!